Tempong atau Blenyik Khas Jepara, Rasanya Nagih

Posting Komentar
JEPARADISE - Berada di wilayah pesisir membuat Kabupaten Jepara memiliki hasil laut yang melimpah. Tak heran jika kuliner dengan menu seafood sangat beragam di Jepara termasuk salah satu yang terkenal adalah pindang serani. Selain pindang serani, juga ada tempong atau blenyik khas Jepara yang memiliki rasa yang bikin kamu ketagihan.

Konon, pada masa kolonial masyarakat kelas bawah di Jepara sering menumis tempong atau blenyik hingga kering. Lalu, makanan tersebut disimpan dalam toples untuk dijadikan lauk yang bisa disantap berminggu-minggu.


Foto: Instagram/@don_masak


Cara Membuat Tempong atau Blenyik

Seperti yang terlihat pada gambar, tempong atau blenyik adalah sekumpulan ikan teri kecil yang dikepal-kepal seperti gorengan bakwan. Berasal dari ikan teri yang masih mentah yang diberi garam, lalu dibentuk kepalan atau bulat seperti bola-bola kecil, yang kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

Proses pengeringan ikan teri ini sangat mempengaruhi bagus atau tidaknya mutu tempong atau blenyik. Semakin sedikit kadar air dalam blenyik maka semakin bagus mutunya. Kualitas teri yang baik atau segar dan pengeringan yang sempurna menghasilkan tampilan yang menarik, kekuning-kuningan.
Sebaliknya, jika kualitas teri jelek, pengeringan kurang sempurna akan membusuk, kehitam-hitaman dan tentu saja mempengaruhi rasa. Saat terik, pengeringan blenyik butuh tiga hari, tetapi jika diselingi hujan, bisa sepekan.

Kalau ikan teri sudah benar-benar kering, tinggal digoreng saja dengan minyak panas. Memasak tempong atau blenyik sebenarnya tidak hanya digoreng saja, kamu juga bisa mengukusnya. Tempong atau blenyik khas Jepara ini biasanya dikonsumsi saat turun hujan sebagai lauk atau sekedar camilan.
Warga Jepara biasanya memasak tempong atau blenyik dengan cara dikukus yang dibumbui irisan bawang merah dan putih, sedikit garam, yang paling khas adalah irisan cabai hijau. Tinggal menyiram sedikit minyak sayur, rasanya jadi gurih cocok untuk lauk nasi yang hangat. Masakan ini dikenal juga dengan tempong kicik.

Kuliner tempong atau blenyik khas Jepara ini identik sebagai makanan musim hujan karena waktu musim hujan datang, nelayan sering panen ikan teri. Tempong atau blenyik memiliki rasa yang gurih jadi pas untuk lauk ketika makan nasi atau jadi camilan saat hujan.


Kandungan Gizi Makanan Tempong atau Blenyik

Ternyata, tak cuma rasanya saja yang gurih dan nagih, tempong atau blenyik khas Jepara juga kaya akan kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dilihat dari bahan dasarnya saja, yakni ikan teri memiliki kandungan Omega 3, rendah kalori, dan tinggi protein serta terdapat mineral penting (seperti kalsium, magnesium, dan fosfor, serta vitamin A, B, dan D).

Mengingat kandungan nutrisinya yang lengkap, maka ikan teri memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan mata, meningkatkan kesehatan tulang, menurunkan resiko penyakit kardiovaskular, membantu perbaikan jaringan dan sel, serta masih banyak lagi.

Dari segi rasa, tempong atau blenyik khas Jepara tak perlu dipertanyakan lagi. Kemudian, dari kandungan gizi yang dimiliki makanan ini juga jadi poin plus tersendiri. Harganya juga sangat terjangkau. Tak mengherankan, camilan ini jadi favorit banyak orang.

Related Posts

Posting Komentar